Kondusifitas Masyarakat Kota Cirebon Dalam Menghadapi Pilkada Tahun 2018

CIREBON, kota-cirebon.kpu.go.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, Emirzal Hamdani, SE., Ak. menjadi salah satu narasumber pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Kota Cirebon bertema Melalui Kegiatan Sarasehan Penanaman dan Pelestarian Nilai-Nilai Kejuangan, Keperintisan dan Kepahlawanan Bagi Masyarakat, di ikuti Ketua Rukun Warga (RW), Ketua Rukun Tetangga (RT), dan unsur Pemuda se-Kota Cirebon, bertempat di Situs Sidomba Kuningan, Selasa (21/11).

Sebagai narasumber, Emirzal menyampaikan materi mengenai Kondusifitas Masyarakat Kota Cirebon Dalam Menghadapi Pilkada Tahun 2018. Emirzal mengatakan, untuk menjaga kondusifitas pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon Tahun 2018 diperlukan sinergitas 5 emelen penyelenggara Pilkada. “Semua pihak harus bersinergi dalam menyukseskan Pilkada di tahun depan. Kita tahu bahwa sinergitas antara penyelenggara Pilkada, Peserta, Pemerintah dan TNI/Polri, Masyarakat Pemilih, dan Media Massa diperlukan agar terwujudnya Pilkada berintegritas dan bermartabat,” ujarnya.

Dijelaskannya, salah satu yang dapat dilakukan dalam menjaga kondusifitas pelaksanaan Pilkada Tahun 2018 dengan membangun kebersamaan antara semua elemen yang ada untuk mewujudkan suasana tentram, tertib, dan damai. “Pelaksanaan Pilkada agar berjalan sesuai dengan aman dapat diaktualisasikan dengan keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada itu sendiri. Selain itu, keikutsertaan masyarakat dapat berimplikasi langsung pada peningkatan jumlah partisipasi dan mampu menjaga terciptanya kondusifitas Kota Cirebon,” jelasnya.

Pilkada serentak tidak saja memiliki aspek dinamika demokrasi yang mencerminkan ekspresi kedaulatan rakyat, tetapi juga berhadapan dengan potensi konflik yang dapat memobilisasi massa. “Sebagai negara demokrasi, pilihan untuk meletakkan aspirasi publik serta memperkuat aspek di tingkat penyelenggara harus menjadi prioritas dibandingkan hanya sekedar aspek keamanan. Pilihan ini merupakan konsekuensi dari kuatnya argumen bahwa mengedepankan kegiatan persuasif untuk bersinergi dengan masyarakat harus lebih berperan dibandingkan cara koersif dalam mengatasi potensi konflik,” katanya.

Lanjut ditambahkan Emirzal, secara khusus pelaksanaan Pilkada Serentak dapat berjalan dengan baik dan kondusif, khususnya di Kota Cirebon, tentu menjadi perhatian bagi setiap individu/pemilih. “Kita bersama menjaga kondusifitas di Kota Cirebon agar semakin nyaman. Jangan sampai ada perkataan yang berpotensi menimbulkan ketegangan, bahkan diikuti dengan kekerasan dan anarki. Untuk itu, setiap individu tidak melakukan praktek-praktek fitnah/hoax melalui media sosial maupun media digital yang dapat mempengaruhi kondisifitas di kalangan masyarakat,” tegasnya. (Media Center)


Beri Komentar!


Pahami Undang-Undang ITE berikut!


Not readable? Change text.