KPU Kaji Penggunaan Anggaran Pilkada Dari APBN dan APBD

Jakarta, Beritaempat – Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hadar Nafis Gumay mengatakan, bahwa saat ini KPU tengah mengkaji penggunaan anggaran Pilkada melalui Anggaran Pendapatan belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBN).

“Jangan-jangan kombinasi (antara APBN dan APBD) yang lebih tepat,” kata Hadar di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).

Tetapi, kata Hadar, yang perlu diperhatikan adalah wilayah mana yang dapat dibiayai oleh APBD dan bagian mana yang dapat dibiayai oleh APBN. Sehingga memerlukan kajian yang lebih mendalam hingga tuntas.

“Yang mana yang dibiayai oleh APBD, yang mana dibiyai oleh APBN yang harus kita kaji tuntas,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, persoalan anggaran Pilkada yang masih rumit di sebagian daerah sebagaimana yang terjadi dalam Pilkada serentak 2015 kemarin, membuat berbagai pihak mengusulkan untuk menggunakan APBN yang dibantu oleh APBD dalam Pilkada 2017.

“Kemendagri sudah buat usulan. Rumusannya APBN di bantu APBD. Ini tidak semudah yang kita bayangkan. Ini harus dipecahkan,” kata Juri Ardiantoro, di Gedung DKPP, Jakarta Pusat, Rabu (10/2) lalu.

Dijelaskannya, APBD tiap daerah tidak mempunyai standar keuangan yang sama. Disatu sisi sebagian daerah belum mempunyai komitmen serius menyediakan anggaran Pilkada. Sehingga dalam waktu dekat, cukup sulit untuk menggunakan biaya APBN untuk Pilkada serentak di 2017.

(Imam M Top)

Sumber : http://www.beritaempat.com/kpu-kaji-penggunaan-anggaran-pilkada-dari-apbn-dan-apbd/


Beri Komentar!


Pahami Undang-Undang ITE berikut!


Not readable? Change text.