KPU Minta MA Tolak Gugatan Pilkada Setelah Ada Putusan MK

Jakarta, Beritaempat – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hadar Nafis Gumay mengatakan bahwa, putusan Mahkamah Kontitusi (MK) terkait perselisihan hasil Pilkada merupakan putusan final dan mengikat.

“Sepanjang menyangkut hasil pemilihan setelah dikeluarkan putusan MK final mengikat, maka tidak bisa digugat lagi dan selesai,” kata Hadar di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (9/2).

Namun, tambah Hadar, persoalan terkait kasus pidana, money politik, dan lainnya, diperbolehkan manakala hendak dilanjutkan ke tingkat peradilan lainnya.

“Apalagi melihat kemarin di MK, banyak yang dipotong tiba-tiba, sedangkan kasusnya kan terkait dengan money politik, dan lain-lain, kecurangan tidak diselesaikan oleh Panwas, tapi dipotong aja oleh MK,” ujarnya.

Oleh karena itu menurut Hadar, hal demikian akan menimbulkan kerumitan yang berkepanjangan dan keanehan tersendiri. Apalagi, usai pelantikan masih ada gugatan perkara Pilkada.

“Terus SK KPU dibilang batal demi hukum dan lain sebagainya. Saya kira, sudah puluhan gugatan hasil Pilkada usai mendapatkan putusan dari MK, digugat kembali ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) oleh pemohon karena tidak puas dengan putusan MK,” lanjutnya.

Ia juga menerangkan, perkara yang dibawa ke PT TUN, mayoritas yang diajukan oleh pemohon untuk membatalkan SK penetapan calon kepala daerah terpilih.

“Penetapan (kepala daerah terpilih) itu kan dari surat keputusan rekap, kemudian tidak dimaslahkan di MK atau di PMK, tapi sudah ada putusannya, berarti kami sudah bisa menetapkan dong,” jelasnya.

Sehingga, katanya lagi, KPU meminta pada Mahkamah Agung (MA) dan pengadilan lainnya untuk tidak menerima perkara perselisihan hasil Pilkada. Karena, terkait hasil Pilkada merupakan wewenang MK.

“Kami tidak akan mengikuti persidangannya. Karena kami anggap sudah selesai (di MK) aja,” tandas Hadar.(Imam M Top)

Sumber : http://www.beritaempat.com/kpu-minta-ma-tolak-gugatan-pilkada-setelah-ada-putusan-mk/


Beri Komentar!


Pahami Undang-Undang ITE berikut!


Not readable? Change text.