KPU Minta Peradilan Pemilu Ditata Ulang

Jakarta, PEMILU.com - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hadar Nafis Gumay mengatakan, perlu adanya penataan ruang bagi peradilan pemilu untuk membuat semua proses menjadi lebih efektif.

"Kita terlalu banyak ruang, elemen yang berperan di dalam penyelesaian persoalan electoral justice kita yang perlu di tata lagi (dari segi waktu dan kewenangan)," kata dia.

Pernyataan tersebut disampaikan Hadar untuk menanggapi banyaknya perkara yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Padahal, seharusnya perkara-perkara tersebut dapat diselesaikan sebelum dan diluar MK.

Hadar menambahkan, penyelenggaraan Pemilu akan lebih efektif apabila semua perkara diselesaikan pada tempatnya. Baik oleh pihak, maupun pada tingkatan dan dalam waktu yang telah diatur dalam undang-undang.

Menurutnya, tidak mungkin semua ditumpuk dan diselesaikan belakangan seperti sekarang diharapkan diselesaikan di MK. "Konstruksi yang terlihat di dalam peraturan perundang-undangan, bahwa ada proses tertentu yang harus selesai pada masa tertentu, oleh pihak tertentu, ditingkatan tertentu," papar Hadar.

Pendapat senada disampaikan oleh pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra. Gurubesar ilmu hukum Universitas Indonesia ini mempertimbangkan perbandingan banyaknya perkara yang masuk dengan jumlah hakim konstitusi serta pendeknya waktu penyelesaian perkara di MK. "Di MK kan waktunya terbatas, sekarang saja yang mohon 140 lebih dan hakimnya hanya Sembilan orang," ujar Yusril.

Ketika disinggung tentang kemungkinan adanya perubahan UU terkait penyelesaian sengketa pemilu untuk Pilkada 2017 mendatang, mantan Menteri Hukum dan HAM ini memiliki pendapat bahwa sebaiknya sengketa proses pemilu diselesaikan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).

"Sebenarnya ini mungkin MK terakhir (menerima sengketa pemilu). Baiknya ini diselesaikan di pengadilan tinggi TUN saja. Jadi, ramainya di daerah-daerah bersangkutan. Kalau mau kasasi ke Mahkamah Agung silahkan," jelas Yusril


Beri Komentar!


Pahami Undang-Undang ITE berikut!


Not readable? Change text.