KPU Tetapkan Aturan Khusus Untuk Daerah Otonomi Khusus

Jakarta, PEMILU.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat aturan khusus untuk tiga daerah otonomi khusus pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017 mendatang. Ketiga daerah tersebut adalah Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Papua.

“Kami akan membuat peraturan sendiri (PKPU) karena daerah, seperti Aceh, DKI Jakarta, dan Papua, itu kan daerah otonomi khusus,” ujar Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay dalam waktu dekat ini.

Peraturan khusus ini tidak masuk dalam revisi UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada. Aturan itu nantinya menyangkut  teknis pencalonan.

Ia mencontohkan, kontestan pilkada di Provinsi Aceh misalnya, wajib memiliki kemampuan membaca Al-Quran. Di Papua, syarat khusus calon kepala daerah harus putra-putri asli tanah tersebut. Adapun persyaratan khusus di DKI Jakarta, kata Hadar, penentuan pemenang calon gubernur mesti mendulang minimal 50+1 persen suara dari jumlah pemilih.

“Syarat khususnya itu, di Aceh, calon kepala daerah harus bisa baca Al-Quran. Pilkada di DKI Jakarta bisa dua putaran karena pemenangnya harus (meraup suara) 50+1 persen suara,” tutur Hadar.

Sekedar informasi, Pilkada 2017 akan dilangsungkan pada 15 Februari dan diikuti 101 daerah. Terdiri dari 7 pemilihan gubernur, dan 94 pemilihan bupati/walikota. KPU menargetkan angka partisipasi pemilih 75 persen, naik ketimbang 2015 sebesar 69 persen.

Sumber : http://www.pemilu.com/berita/2016/02/kpu-tetapkan-aturan-khusus-untuk-daerah-otonomi-khusus/


Beri Komentar!


Pahami Undang-Undang ITE berikut!


Not readable? Change text.