Terima Kunjungan SMPN 10, KPU Kota Cirebon Kenalkan Sejarah dan Praktik Kepemiluan

KOTA CIREBON – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon kembali membuka pintunya sebagai wahana edukasi demokrasi bagi generasi muda. Kali ini, puluhan siswa kelas 7 dan 8 SMP Negeri 10 Kota Cirebon melaksanakan kunjungan belajar ke Rumah Pintar Pemilu KPU Kota Cirebon dalam rangka Program Pembelajaran Kokurikuler, (03/02/2026).

Rombongan siswa yang didampingi langsung oleh Kepala SMPN 10 Kota Cirebon beserta jajaran dewan guru tersebut disambut hangat oleh Ketua KPU Kota Cirebon, Mardeko, beserta jajaran komisioner dan sekretariat. Kunjungan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjembatani pemahaman kepemiluan kepada para pemilih pemula potensial.

Dalam sesi pembelajaran, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM) KPU Kota Cirebon, Hasan Basri, hadir sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan dikemas secara interaktif, mengajak para siswa menelusuri sejarah panjang dinamika kepemiluan di Indonesia.

Tidak hanya berhenti pada teori, antusiasme siswa memuncak saat sesi simulasi. KPU Kota Cirebon memfasilitasi praktik langsung tata cara pemungutan dan penghitungan suara layaknya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Para siswa diberikan peran sebagai penyelenggara pemilu (KPPS), saksi, hingga pemilih, guna memberikan gambaran teknis yang utuh mengenai proses demokrasi prosedural.

Ketua KPU Kota Cirebon, Mardeko, menekankan pentingnya kegiatan ini agar siswa tidak hanya memahami pemilu sebagai ajang politik lima tahunan, tetapi juga mengenali dasar-dasar kedaulatan rakyat, baik dalam skala nasional maupun lingkup terdekat seperti di sekolah.

Pendidikan kepemiluan bagi siswa sekolah menengah pertama memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Pengenalan nilai-nilai demokrasi di usia remaja—seperti kejujuran, keadilan, musyawarah, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat—merupakan fondasi krusial dalam pembentukan karakter kewarganegaraan (civic disposition).

Melalui program ini, para siswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang melek politik. Pemahaman ini diharapkan mampu membentengi generasi muda dari disinformasi politik (hoaks) serta membentuk kesadaran bahwa satu suara sangat menentukan arah masa depan bangsa.

Kepala SMPN 10 Kota Cirebon memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan dan fasilitas edukasi yang diberikan oleh KPU Kota Cirebon. Pihak sekolah berharap, wawasan teknis dan filosofis yang didapatkan hari ini dapat diimplementasikan secara nyata di lingkungan sekolah, khususnya dalam momentum pemilihan Ketua OSIS.

Mekanisme pemilihan Ketua OSIS yang mengadopsi prinsip-prinsip pemilu yang demokratis, langsung, umum, bebas, dan rahasia, akan menjadi laboratorium praktik terbaik bagi siswa sebelum mereka menggunakan hak pilihnya secara resmi di pemilu nasional maupun daerah pada masa mendatang.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 4 Kali.