Parmas Insight Chapter #9 Tekankan Kolaborasi Komunitas untuk Perluas Pendidikan Pemilih
Cirebon – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon mengikuti kegiatan Parmas Insight Chapter #9 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Barat secara daring pada Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik dan penguatan strategi sosialisasi guna memperluas jangkauan pendidikan pemilih melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas dan kelompok sosial.
Forum ini membahas pentingnya pendekatan berbasis komunitas sebagai strategi efektif dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas) KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, menyampaikan bahwa keterlibatan komunitas terbukti memberikan dampak positif pada pelaksanaan Pemilu 2024. Menurutnya, komunitas memiliki kedekatan emosional dan kepercayaan yang kuat dengan anggotanya, sehingga pesan kepemiluan dapat tersampaikan secara lebih efektif.
Sebagai keynote speaker, Sri Surani dari KPU Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan bahwa tingkat partisipasi pemilih merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak. Melalui program Tutur Demokrasi, KPU DIY berhasil menjangkau beragam komunitas, mulai dari pesepeda, penyandang disabilitas, komunitas seni dan olahraga, hingga mahasiswa. Pendekatan yang digunakan disesuaikan dengan karakter masing-masing kelompok sehingga edukasi pemilih dapat diterima secara inklusif dan membumi.
Dalam sesi berbagi praktik baik, KPU Kota Bekasi menekankan pentingnya membangun jejaring dan kepercayaan di dalam komunitas sebagai modal utama dalam sosialisasi kepemiluan. Sementara itu, KPU Kabupaten Kuningan memaparkan strategi sosialisasi di wilayah perbatasan yang membutuhkan pendekatan khusus, antara lain melalui program masuk sekolah, kerja sama dengan radio lokal, produksi konten edukatif, serta pengembangan podcast kepemiluan.
Secara keseluruhan, kegiatan Parmas Insight Chapter #9 menyimpulkan bahwa kolaborasi dengan komunitas menciptakan ruang sosialisasi yang lebih natural, efektif, dan inklusif. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat pemahaman masyarakat tentang demokrasi sekaligus mendorong partisipasi pemilih yang sadar dan bertanggung jawab.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, KPU Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mengembangkan strategi pendidikan pemilih yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan karakteristik masyarakat, guna memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.